Metode Shamitah (The Silent Way Method) dalam Pembelajaran Bahasa Arab

Authors

  • Aathifah Al Farros Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Indonesia Author
  • Masrun Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.62083/7jg41m70

Keywords:

The Silent Way Method, Arabic Language Learning

Abstract

The shamitah method (The Silent Way Method) or better known as the silent teacher method was coined in 1972 by Caleb Gategno, a linguist who applied the principles of cognitivism and philosophy in his teaching. He introduced this method through his book "Teaching Foreign Languages ​​in School: A Silent Way". It is called the silent teacher method because the teacher is more silent than talking during the learning process. This method asks the teacher not to say anything for about 90% of the time allocated for teaching. This method has been widely used in learning foreign languages ​​in the world, including Arabic. The relationship of this method to learning Arabic will initially feel like the process is complex, especially for 'mubtadi' or basic students. This method cannot stand alone without the support of other methods to support the learning process so that it can cover the shortcomings of this shamitah method. This method has its own characteristics, in this method students are expected to be able to discover for themselves what they have captured and repeat it independently during the learning process. Maharah qiroah and maharah Istima' in this case are really needed to support the ongoing implementation of this shamitah method.

ABSTRAK

Metode shamitah (The Silent Way Method) atau yang lebih dikenal dengan nama metode guru diam ini dicetuskan pada tahun 1972 oleh Caleb Gategno yakni seorang ahli bahasa yang menerapkan prinsip kognitivisme dan ilmu filsafat dalam pengajarannya. Ia memperkenalkan metode ini melalui bukunya “Teaching Foreign Languages in School: A Silent Way”. Dinamakan metode guru diam karena guru lebih banyak diamnya daripada berbicara saat proses belajar berlangsung. Metode ini meminta guru untuk tidak mengatakan apapun sekitar 90% dari alokasi waktu yang dipakainya untuk mengajar. Metode ini telah banyak dipakai dalam pembelajaran bahasa Asing di dunia, termasuk bahasa Arab. Kaitan metode ini pada pembelajaran bahasa Arab awalnya akan merasa prosesnya seakan kompleks, terutama bagi pelajar mubtadi’ atau dasar. Metode ini tidak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan metode lain sebagai pendukung proses pembelajaran sehingga dapat menutupi kekurangan yang ada pada metode shamitah ini. Metode ini memiliki ciri khasnya tersendiri, pada metode ini pelajar diharapkan mampu menemukan sendiri apa yang telah tangkap dan dia ulangi secara mandiri selama pembelajaran berlangsung. Maharah qiroah dan maharah Istima’ dalam hal ini sangat dibutuhkan untuk mendukung berlangsungnya penerapan metode shamitah ini.

References

Muh. Sain Hanafy. 2014. “Konsep Belajar Dan Pembelajaran.” Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan 17(1):66–79. doi: 10.24252/lp.2014v17n1a5.

Hermawan, Acep. 2014. Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. 4th ed. edited by A. S. Wardan, G. Slamet, and Kuswaya. Bandung: Rosdakarya.

Hidayah, Nurul Latifah. 2020. “Metode Pembelajaran Bahasa Arab Maharah Al-Qiro`Ah (Ketrampilan Membaca) Bahasa Arab Dengan Cara Membaca Di Depan Kelas Dan Ditirukan.” Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab VI 246–53.

Ismail, Moh, and Musthafa Alfian Aufa. 2018. “Pengembangan Materi Tes Keterampilan Menyimak Bahasa Arab Menggunakan Moodle Untuk Meningkatkan Kemampuan Menyimak Mahasiswa Universitas Darussalam Gontor.” At-Ta’dib 13(2):28–49.

Jannah, Raudhatul. 2018. “The Critical Analysis on Silent Way Method.” UIN Ar-Raniry Aceh.

Junanah, Junanah. 2014. “Silent Way: Metode Pembelajaran Bahasa Arab Yang Mendorong Peserta Didik Lebih Kreatif, Mandiri, Dan Bertanggung Jawab.” El-Tarbawi 7(1):41–50. doi: 10.20885/tarbawi.vol7.iss1.art4.

Kaharuddin. 2018. “Pembelajaran Bahasa Arab Melalui Kemampuan Muhadatsah.” Al-Ishlah XVI(1).

Khasanah, Nginayatul. 2016. “Pembelajaran Bahasa Arab Sebagai Bahasa Kedua (Uregensi Bahasa Arab Dan Pembelajarannya Di Indonesia).” An-Nidzam : Jurnal Manajemen Pendidikan Dan Studi Islam 3(2):39–54. doi: 10.33507/an-nidzam.v3i2.16.

Lubis, Isnaini, and Istifadatul Ghoziyah. 2023. “Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan Assesmen For Learning Mahar Ah Qira ’ Ah Ditinjau d Ari Tujuan Pembelajarannya.” 5(2):815–23.

Luthfiyah. 2020. “Penerapan Metode Silent Way Dalam Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Arab Di MI. Miftahul Ulum Karang Semanding Balung.” Al-Ashr: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar 5(2):53–68.

Muradi, Ahmad. 2011. Bahasa Arab Dan Pembelajarannya Ditinjau Dari Berbagai Aspek. 1st ed. edited by Muhaimin. Yogyakarta: Pustaka Prisma.

Oensyar, Kamil Ramma. 2015. Pengantar Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. 1st ed. edited by A. Arifin. Kalimantan Selatan: IAIN Antasari Press.

Sari, Risnovita, Fakultas Bahasa, and Universitas Negeri Medan. 2009. “Pembelajaran Interaktif Bahasa Dengan Media Komputer.” BAHAS 3(7).

Downloads

Published

30-01-2024

How to Cite

Metode Shamitah (The Silent Way Method) dalam Pembelajaran Bahasa Arab. (2024). INTIFA: Journal of Education and Language, 1(1), 96-104. https://doi.org/10.62083/7jg41m70

Similar Articles

1-10 of 91

You may also start an advanced similarity search for this article.